Konsultan Keuangan dan Investasi Reksadana untuk Perorangan dan Perusahaan di Jakarta

Uang merupakan benda yang diterima masyarakat umum sebagai alat tukar dalam kegiatan ekonomi. Sehingga permasalahan keuangan saat ini menjadi sangat kompleks dalam kehidupan sehari-hari. Jika salah dalam mengatur keuangan, maka sangat mungkin kita akan menyesal di kemudian hari. Untuk itu, kita wajib pintar-pintar dalam memilih konsultan keuangan dan juga investasi agar tidak terjatuh. Ini penting bik untuk perorangan, apalagi perusahaan.

Konsultan Keuangan

Konsultan keuangan adalah seseorang yang ahli dalam bidang keuangan yang memberikan pelayanan serta pendampingan kepada orang lain (klien) agar klien dapat membuat keputusan dengan bijak tentang kondisi keuangannya. Konsultan berperan dari menganalisis kondisi keuangan klien, kemudian memberikan gambaran-gambaran menyeluruh serta membantu klien dalam merencanakan, juga melakukan pendampingan dalam realisasinya.

Jika hendak memilih konsultan keuangan, berikut beberapa tips-nya:

  • Pilihlah konsultan keuangan yang memiliki kualifikasi di bidangnya (memiliki ijazah/sertifikat yang memadai).
  • Pilihlah konsultan keuangan yang memiliki keterampilan berkomunikasi yang baik.
  • Pilihlah konsultan keuangan yang menguasai proses bisnis.

Investasi Reksadana

Investasi Reksadana merupakan kumpulan dana yang dikelola guna melakukan investasi seperti membeli saham, obligasi, dan juga beberapa instrumen keuangan lainnya. Investasi Reksadana ini juga merupakan salah satu investasi yang mudah dan paling diminati saat ini karena tidak memerlukan modal besar, dapat dilakukan secara individu ataupun secara institusi/kelembagaan/korporasi/perusahaan. Di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah diberi kewenangan oleh pemerintah untuk mengawasi aktivitas Investasi Reksadana sehingga Anda tidak perlu khawatir.

Adapun beberapa jenis investasi reksadana antara lain:

  • Reksadana pendapatan tetap yaitu jenis reksadana yang dana atau uang investasinya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih besar dari reksadana pasar uang, umumnya mencapai 10% per tahun.
  • Reksadana pasar uang yaitu reksadana yang seluruh dananya diinvestasikan pada deposit, SBI (Sertifikat Bank Indonesia), dan obligasi. Jangka waktu jatuh tempo jenis reksadana ini kurang dari satu tahun. Reksadana pasar uang relatif lebih aman daripada jenis reksadana lain tetapi potensi keuntungannya juga lebih sedikit.
  • Reksadana saham yakni menempatkan dana investasi pada saham minimal sebesar 80%. Karenanya, Anda akan berpotensi mendapatkan keuntungan yang paling besar jika dibandingkan dengan reksadana lain. Namun, perlu Anda ingat juga resiko yang ada juga lebih besar karena ‘high risk high return’.
  • Reksadana campuran adalah menempatkan dana investasi ke instrumen campuran seperti saham, obligasi, dan deposito. Return dari reksadana ini akan lebih besar dari reksadana pendapatan tetap dan lebih kecil tetapi juga memiliki resiko yang tinggi karena akan berinvestasi pada saham.

Rekomendasi Konsultan Keuangan dan Investasi Reksadana untuk Perorangan dan Perusahaan di Jakarta

Untuk anda yang berada di Jakarta dan sekitarnya, jika menghendaki konsultasi tentang keuangan/finansial serta investasi, dapat menghubingi:
Nena Valentina
Phone: 0812 9560 7118
WhatsApp: 0878 4986 5683

Tanyakan sesuatu