Dalam rangka memperingati Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-78 dan Hari UMKM Nasional, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (DKUKM) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menggelar KUKM Fest 2025. Acara ini akan berlangsung pada 15–16 Juli 2025 bertempat di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung. Gelaran ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi, memperluas promosi produk lokal, serta mengakselerasi pertumbuhan koperasi dan UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Peran Strategis KUKM dalam Perekonomian Daerah
Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (KUKM) dikenal sebagai fondasi perekonomian kerakyatan. Di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sektor ini memiliki peran penting dalam menggerakkan kegiatan ekonomi lokal, menciptakan lapangan kerja, serta memberdayakan masyarakat secara langsung.
Melalui KUKM Fest 2025 , pemerintah daerah menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ekosistem yang mendukung pemberdayaan pelaku usaha, memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat, serta meningkatkan kapasitas manajerial koperasi desa.
Rangkaian Kegiatan KUKM Fest 2025
Plt. Kepala DKUKM Provinsi Kep. Bangka Belitung, Muslim El Hakim Kurniawan, menjelaskan bahwa KUKM Fest 2025 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk unggulan, tetapi juga sebagai platform edukatif dan interaktif. Kegiatan selama dua hari tersebut mencakup:
1. Bazar Produk Unggulan
Puluhan stan akan menampilkan beragam produk lokal hasil karya koperasi dan UMKM, termasuk kerajinan tangan, makanan khas daerah, fashion lokal, serta produk inovatif berbasis kearifan lokal.
2. Talkshow dan Edukasi Koperasi
Sesi talkshow bertajuk “Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih” akan menghadirkan narasumber dari kementerian terkait dan mitra strategi seperti perbankan dan BUMN. Topik diskusi akan fokus pada manajemen koperasi, strategi pembiayaan, dan penguatan kelembagaan.
3. Pertunjukan Seni dan Hiburan
Untuk menarik minat masyarakat umum, acara ini juga dimeriahkan dengan hiburan rakyat yang melibatkan seniman lokal. Hal ini bertujuan meningkatkan interaksi sosial dan memperkuat rasa cinta terhadap budaya daerah.
4. Kompetisi dan Apresiasi Pelaku Usaha
Beberapa kompetisi digelar sebagai bentuk apresiasi terhadap inovasi dan pencapaian pelaku usaha di sektor koperasi dan UMKM. Kompetisi ini sekaligus menjadi motivasi bagi pelaku usaha lain agar terus berinovasi.
Tujuan dan Harapan dari KUKM Fest 2025
Penyelenggaraan KUKM Fest 2025 bukan sekedar agenda tahunan. Di balik acara ini, terdapat misi besar untuk membangkitkan semangat berkoperasi, meningkatkan minat masyarakat terhadap produk lokal, serta menciptakan ruang kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, dan mitra strategis lainnya.
Muslim El Hakim menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat solidaritas antar-pelaku koperasi dan UMKM, membuka akses promosi yang lebih luas, serta mendorong kembali perekonomian masyarakat pasca pandemi.
“Harapannya, tidak hanya pelaku UMKM dan koperasi yang mendapat manfaat, tapi juga seluruh masyarakat. Ini masyarakat bisa menjadi momentum untuk kembali mencintai dan menggunakan produk-produk lokal,” ujarnya.
Peran Digitalisasi dan Inklusivitas dalam Pemberdayaan KUKM
Salah satu fokus dalam pengembangan koperasi dan UMKM saat ini adalah digitalisasi dan inklusivitas. Dengan masuknya teknologi dalam sistem manajemen dan promosi, koperasi dan UMKM dituntut untuk lebih adaptif. Melalui kegiatan seperti talkshow dan pelatihan, KUKM Fest 2025 mendorong pengurus koperasi untuk memahami tata kelola modern yang transparan dan efektif.
Selain itu, kegiatan ini juga mengusung inklusivitas dengan melibatkan pelaku usaha perempuan, kelompok muda, hingga pelaku usaha dari desa-desa terpencil yang memiliki potensi besar.
Kesimpulan
KUKM Fest 2025 bukan sekadar perayaan, namun juga mencerminkan komitmen daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Dengan melibatkan pelaku koperasi dan UMKM secara langsung dalam kegiatan promosi, edukasi, dan kolaborasi, acara ini diharapkan mampu menciptakan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Dukungan dari seluruh lapisan masyarakat sangat penting agar gerakan “Ayo Berkoperasi” dan “Bangga Produk Lokal” menjadi budaya baru dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber: kukm.babelprov