Bazar UMKM dalam rangka Jember Fashion Carnaval (JFC) 2025 menghadirkan suasana penuh warna di Alun‑Alun Jember. Acara ini bukan sekadar panggung mode kreatif; lebih dari itu, ia menjadi ajang penguatan ekonomi lokal. Khususnya, UMKM asal Kencong mendapatkan momentum penting melalui interaksi langsung—didampingi oleh Mahasiswa KKN Kolaboratif 003—untuk tampil dan mempromosikan produk unggulan mereka kepada audiens yang datang dari berbagai daerah maupun mancanegara.

Latar Belakang dan Konteks Acara

Jember Fashion Carnaval (JFC) telah menjadi ikon tahunan Kabupaten Jember. Sebagai sebuah karnaval busana kreatif berskala internasional, selain parade kostum spektakuler, JFC juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM menampilkan produk lokal melalui bazar. Tahun 2025, acara semacam ini dihidupkan kembali menjadi ruang promosi dan interaksi yang mempererat hubungan antara pembuat produk dan konsumen.

Partisipasi Mahasiswa KKN Kolaboratif 003 Desa Kraton

Keterlibatan Mahasiswa KKN Kolaboratif 003 menjadi daya tambahan dalam kesuksesan stand UMKM Kencong. Mereka mengambil bagian sejak pagi, membantu menyiapkan stan, merapikan katalog produk, hingga aktif melakukan promosi langsung kepada pengunjung dengan berjalan melewati area bazar. Aktivitas ini tidak hanya memoles tampilan stan, tetapi juga menjadi pengalaman praktis memasarkan produk secara langsung—sesuatu yang dianggap sebagai pelajaran berharga di luar kelas perkuliahan.

Produk Unggulan dari Desa Kraton, Kencong

UMKM Kencong, khususnya dari Desa Kraton, menampilkan tujuh produk khas yang dikemas secara menarik di stan bazar. Produk-produk tersebut mencakup:

1.Susu Kedelai – minuman sehat berbasis kedelai yang menyegarkan

2.Cincau Ijo – minuman tradisional menyegarkan berbahan cincau

3.Sale Pisang – pisang manis yang direndam

4.Crepeng – camilan ringan lokal renyah

5.Manco – (harap diperjelas jika perlu artinya)

6.Peyek Kacang – camilan gurih kacang berbumbu khas

7.Bolen Pisang – pastry ringan berisi pisang, favorit banyak kalangan

Pengunjung antusias menikmati variasi cita rasa dan tekstur, mulai dari minuman segar hingga makanan ringan tradisional—semuanya menunjukkan kekayaan kuliner dan kreativitas UMKM setempat.

Antusiasme pengunjung dan Pengaruh terhadap Ekonomi Lokal

Stand Kencong menjadi salah satu yang ramai dikunjungi pengunjung sejak pagi hari. Paparan katalog produk dan intervensi menambah daya tarik stan, sehingga produk-produk mereka tidak hanya dicicipi, tetapi juga dibeli untuk dibawa pulang. Momentum strategi ini sangat dalam memperluas jangkauan pasar dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut bagi para pelaku usaha.

Dampak dan Harapan ke Depan

Hadirnya UMKM Kencong di Bazar JFC 2025 bukan sekedar pameran, melainkan langkah nyata untuk memperkuat perekonomian lokal. Keterlibatan mahasiswa KKN membuka peluang kolaborasi lintas bidang, memperluas jejaring, dan memberi pengalaman berharga untuk praktik pemasaran. Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemicu tumbuhnya UMKM Kencong, meningkatkan citra positif Desa Kraton, dan membuka banyak peluang ekonomi antarwilayah.

Kesimpulan

Bazar UMKM dalam JFC 2025 membuktikan bahwa ajang budaya dan ekonomi dapat berjalan beriringan. UMKM Kencong, melalui tindak proaktif mahasiswa KKN, mampu menjadikan momen tersebut tak hanya penuh warna, tetapi juga membawa peluang nyata. Semoga momentum ini mendorong penguatan usaha desa dan membangun konektivitas pasar yang lebih luas di masa depan.

Sumber : ppid