BANYUMAS – Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, berhasil menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri melalui pengembangan sistem mina padi serta inovasi wisata edukasi Svarga Mina Padi. Dengan berbagai program pemberdayaan, desa ini menjadi salah satu contoh sukses program Desa BRILian yang diinisiasi oleh BRI.
Pengembangan Mina Padi: Tingkatkan Hasil Panen dan Pendapatan Petani
Sejak 2019, petani di Desa Panembangan mulai mengadopsi sistem mina padi, yaitu integrasi antara budidaya ikan dan padi di satu lahan. Program ini berkembang pesat dengan pendampingan dari Penyuluh Perikanan Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDMKP), yang mengubah pola pertanian konvensional menjadi lebih produktif dan efisien.
Menurut Rianto (52), salah satu pelopor mina padi di desa ini, awalnya hanya lima hektare sawah yang menerapkan sistem tersebut. Namun, berkat pendampingan dan dukungan pemerintah, kini luas lahan mina padi mencapai 25 hektare dengan 96 petani tergabung dalam Kelompok Budidaya Ikan (Pokdakan) Mina Padi Kridoyuwono.
Sistem mina padi memberikan keuntungan ganda bagi petani. Hasil panen gabah kering mencapai Rp 2,5 juta – Rp 3 juta per bulan, sementara panen ikan nila dari lahan satu hektare bisa mencapai 1,2 ton dengan harga jual sekitar Rp 25.000 per kilogram.
“Pendapatan petani naik dua kali lipat karena bisa mendapatkan hasil dari padi sekaligus ikan dalam satu lahan,” ujar Rianto.
Pemberdayaan UMKM: Olahan Ikan Meningkatkan Ekonomi Keluarga
Selain sektor pertanian, Desa Panembangan juga mengembangkan industri rumahan berbasis olahan ikan air tawar. Empat kelompok pengolah dan pemasar (Poklahsar) beranggotakan ibu rumah tangga kini memproduksi berbagai produk seperti abon ikan lele, kerupuk duri lele, stik ikan, hingga pastel ikan.
Kusniah (40), Ketua Poklahsar Ummy Mandiri, menjelaskan bahwa kelompoknya menerapkan konsep zero waste, yaitu memanfaatkan semua bagian ikan agar tidak terbuang sia-sia. Pendapatan dari usaha ini bisa mencapai Rp 12 juta per bulan, tergantung pada permintaan pasar.
Pengembangan Wisata Edukasi Svarga Mina Padi
Sebagai bagian dari program Smart Fisheries Village (SFV), Desa Panembangan juga mengembangkan wisata edukasi Svarga Mina Padi. Destinasi ini tidak hanya menawarkan pemandangan sawah hijau, tetapi juga berbagai wahana edukatif tentang mina padi dan perikanan.
Tempat wisata ini dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) yang bekerja sama dengan BUMDes Sangkara. Fasilitas yang tersedia antara lain:
- Gazebo dan aula pertemuan
- Tempat bermain edukasi
- Kolam renang
- Warung UMKM yang menjual makanan dan minuman khas
Saat ini, rata-rata kunjungan wisatawan ke Svarga Mina Padi mencapai 400 orang per hari, dengan peningkatan 20% pada akhir pekan. Untuk mendukung transaksi digital, warung makan dan merchant di kawasan wisata ini telah menyediakan sistem pembayaran QRIS BRI.
Desa BRILian: Program BRI untuk Kemandirian Ekonomi Desa
Desa Panembangan terpilih menjadi bagian dari program Desa BRILian yang digagas oleh BRI. Melalui program ini, BRI memberikan pendampingan dalam berbagai aspek, seperti:
- Peningkatan kapasitas pengelola desa wisata
- Branding dan pemasaran produk UMKM
- Pembuatan profil desa wisata
- Pelatihan manajemen keuangan untuk BUMDes
Direktur Bisnis Mikro BRI, Supari, menjelaskan bahwa program Desa BRILian bertujuan untuk menciptakan desa-desa mandiri dan menjadi role model pengembangan desa di Indonesia.
“Kami telah memberdayakan lebih dari 4.327 desa melalui program Desa BRILian untuk mendorong ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat,” ungkapnya.
Keberhasilan Desa Panembangan dalam mengembangkan sistem mina padi, pemberdayaan UMKM, dan wisata edukasi membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang berkelanjutan. Dengan inovasi ini, Desa Panembangan semakin dekat menuju desa mandiri dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Indonesia.