Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Pemprov Babel) mengajukan penambahan kuota elpiji 3 kg sebagai respons atas dinamika ekonomi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Gagasan ini muncul dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama Komisi XII DPR RI dan pihak terkait, dengan harapan penyaluran subsidi elpiji bisa lebih tepat sasaran dan berdampak positif pada perekonomian lokal.

1. Alasan Usulan Kuota Baru

Kuota elpiji 3 kg yang saat ini berlaku tiga tabung per bulan untuk rumah tangga miskin (RTM) dan sembilan tabung per bulan untuk UMKM dinilai sudah tidak relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat saat ini. Pemprov Babel melalui Plt. Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan, Ahmad Yani, menyatakan bahwa angka tersebut perlu direvisi sejalan dengan Arah Ditjen Migas dan kondisi ekonomi lokal yang berkembang pesat.

2. Rinciannya: Kuota yang Diusulkan

  • RTM : dari 3 tabung menjadi 4–6 tabung per bulan

  • UMKM : dari 9 tabung menjadi 10–15 tabung per bulan

Usulan ini ditujukan agar subsidi elpiji dapat menyasar kelompok yang benar-benar membutuhkan serta mendorong kegiatan ekonomi di lapangan.

3. Sasaran Pelaksanaan dan Rencana Lanjutan

Pemprov Babel akan menyampaikan surat resmi kepada Ditjen Migas, BPH Migas, dan Pertamina pada periode September – Oktober 2025, dengan harapan realisasinya dapat terwujud pada pertengahan tahun 2026.

4. Sikap dan Dukungan DPR RI

Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya, mendukung penuh inisiatif ini. Ia menekankan bahwa revisi kuota melalui surat edaran daerah merupakan langkah penting sebelum pengajuan ke pemerintah pusat. Menytakan sepakat bahwa kebutuhan RTM dan UMKM memang tinggi, ia menilai penyesuaian jumlah kuota sangat logistik dan strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi regional.

Kesimpulan

Pemprov Babel mengambil langkah antisipatif dan solutif dengan mengusulkan revisi kuota elpiji 3 kg untuk RTM dan UMKM, berdasarkan kajian kebutuhan dan dinamika ekonomi lokal. Dukungan DPR RI serta rencana pengajuan ke lembaga pusat membuka peluang besar agar subsidi elpiji lebih efisien, tepat guna, dan memberi manfaat nyata di masyarakat.

Sumber : babelprov