Dalam upaya membangun ekonomi berbasis potensi lokal, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) terus menunjukkan komitmen kuat terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Salah satu langkah strategis terbaru adalah pelatihan keterampilan ecoprint yang diselenggarakan bersama Tim

Rekam Jejak Pelatihan: Lebih dari 500 Peserta Terlibat

Sejak 2023, kerja sama Disnakertrans dan TP-PKK Sulsel telah menghasilkan sejumlah kegiatan yang signifikan. Di antaranya adalah:

  • Pelatihan Kewirausahaan dan Produktivitas (2023): Diikuti oleh 160 peserta dari berbagai kalangan.

  • Webinar Series “Indonesia Maju dan Sulsel Produktif” (2024–2025): Menjangkau hingga 520 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM, pelajar, hingga ibu rumah tangga.

Pelatihan ecoprint tahun ini merupakan kelanjutan dari program peningkatan produktivitas berbasis keterampilan dan kearifan lokal.

Penggerak PKK Provinsi Sulsel. Program ini diharapkan menjadi jembatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan nilai tambah produk dan kemandirian ekonomi.

Kolaborasi Strategis Menuju SDM Sulsel yang Produktif

Pelatihan bertema “Peningkatan Produktivitas melalui Keterampilan Ecoprint bagi UMKM” resmi digelar pada 1 Juli 2025 di Gedung PKK Jalan Kartini, Makassar. Kegiatan ini merupakan kolaborasi lanjutan antara Disnakertrans dan TP-PKK Sulsel yang sebelumnya telah sukses menggelar berbagai program pelatihan dan webinar sejak tahun 2023.

Dalam sambutannya, Kepala Disnakertrans Sulsel, Jayadi Nas, menyatakan apresiasi atas kolaborasi berkelanjutan ini. Ia menilai sinergi antara lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat seperti TP-PKK sangat penting untuk menjangkau lapisan masyarakat, khususnya perempuan dan pelaku UMKM, agar dapat meningkatkan produktivitas dan kompetensi kerja mereka.

Ecoprint: Inovasi Ramah Lingkungan dengan Nilai Ekonomi

Ecoprint adalah teknik mencetak pola dari daun dan bunga alami pada kain, yang menggabungkan seni dan inovasi ramah lingkungan. Teknik ini sangat cocok dikembangkan oleh UMKM karena:

  • Menggunakan bahan baku lokal yang mudah ditemukan

  • Tidak membutuhkan teknologi mahal

  • Memberikan nilai estetika tinggi pada produk fashion atau kerajinan

  • Ramah lingkungan dan minim limbah kimia

Dengan pelatihan ini, peserta diharapkan dapat menciptakan produk unik bernilai jual tinggi, sekaligus mendukung tren ekonomi hijau.

Pelatihan Komprehensif: Dari Teori hingga Aksi Nyata

Kegiatan pelatihan disusun dalam dua tahap utama:

  1. Materi Teori: Meningkatkan pemahaman peserta tentang potensi bisnis, desain, dan teknik dasar ecoprint.

  2. Praktik Lapangan: Peserta langsung mempraktikkan teknik ecoprint menggunakan bahan alami serta mendapatkan peralatan produksi sebagai modal awal.

Jayadi Nas menekankan bahwa pelatihan ini bukan hanya tentang belajar keterampilan baru, tetapi juga mendorong peserta untuk mengubah pola pikir—dari konsumtif menjadi produktif.

Harapan dan Dampak Keberlanjutan Pelatihan

Disnakertrans Sulsel berharap bahwa pelatihan ini dapat mencetak wirausaha baru yang:

  • Mandiri secara ekonomi

  • Memiliki etos kerja tinggi

  • Mengembangkan usaha berbasis komunitas

  • Menjadi agen perubahan sosial dan ekonomi di lingkungannya

Selain itu, Jayadi mengajak peserta untuk menularkan ilmu yang mereka dapatkan kepada masyarakat sekitar agar efek pelatihan ini semakin luas dan berdampak jangka panjang.

Replikasi dan Harapan di Daerah Lain

Pelatihan ecoprint ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di kabupaten/kota lain di Sulawesi Selatan. Dengan pendekatan kolaboratif antara Disnakertrans, PKK, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu menciptakan gerakan ekonomi produktif yang inklusif dan berkelanjutan.

Disampaikan pula bahwa keterlibatan PKK sebagai mitra pemerintah memiliki peran penting dalam menyasar kelompok perempuan, rumah tangga, dan pelaku UMKM secara langsung.

Kesimpulan

Pelatihan keterampilan ecoprint oleh Disnakertrans dan TP-PKK Sulsel bukan sekadar program teknis, melainkan gerakan strategis untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kemandirian ekonomi masyarakat. Dengan pendekatan yang partisipatif dan berbasis potensi lokal, pelatihan ini diharapkan menjadi awal dari transformasi pelaku UMKM di Sulawesi Selatan menuju pelaku usaha yang berdaya saing, beretika, dan ramah lingkungan.

Sumber: sulselprov