Gebyar Bazar UMKM yang digelar oleh DPC IWAPI Kota Depok pada 19–20 Juni 2025 menjadi sorotan karena menarik minat besar dan mencetak omzet ratusan juta rupiah. Kunjungan Wali Kota Depok Supian Suri tidak hanya menjadi simbol resmi, tetapi juga menampilkan dukungan konkret terhadap pengusaha perempuan lokal. Artikel ini membahas kegiatan tersebut secara mendalam, dengan perspektif baru dan analisis yang fokus pada strategi pemberdayaan serta dampak terhadap UMKM lokal.
Pelaksanaan Bazar dan Keterlibatan Wali Kota
Acara Gebyar Bazar IWAPI Kota Depok digelar di halaman Dekranasda, Komplek Balai Kota Depok, Jalan Margonda Raya. Dalam dua hari penyelenggaraannya, bazar menampilkan 30 stan produk kuliner dan fashion dari anggota IWAPI Depok, dengan total omzet mencapai sekitar Rp 500 juta.
Wali Kota Depok Supian Suri hadir langsung pada bazar salah satu hari. Kehadirannya menjadi simbol dukungan moral dan politik bagi pelaku UMKM perempuan. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara IWAPI dan pemerintah daerah untuk meningkatkan dampak acara semacam ini di depannya.
Pengaruh dan Dampak Ekonomi Lokal
Menurut data yang dihimpun dari pelaporan kegiatan, omzet per stan berkisar antara Rp 1 juta hingga Rp 2,5 juta per hari, menjadikan total pendapatan mencapai setengah miliar selama dua hari bazar . Hal ini menunjukkan potensi ekonomi signifikan yang ditunjukkan oleh pengusaha perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Bazar ini bukan hanya tempat transaksi, melainkan wadah promosi strategi bagi produk lokal Depok. Produk kuliner seperti siomay, lumpia, nasi pecel, hingga produk fashion menjadi sajian utama, menjaring perhatian warga dan memperluas pangsa pasar bagi pelaku usaha lokal .
Sinergi Pemerintah Kota, IWAPI, dan Pemangku Kepentingan
Wali Kota Supian mengajak IWAPI untuk bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) agar sinergi institusi semakin kuat. Tujuan utamanya adalah meningkatkan kualitas pelatihan dan akses pasar bagi perempuan UMKM agar dapat berkembang secara mandiri dan profesional.
Juga terdapat inisiatif lain seperti program pemberdayaan SRIPEK oleh BAZNAS Depok, yang membuka akses pendanaan kepada pelaku usaha perempuan melalui hibah dan pelatihan. IWAPI mendukung penuh kerja sama semacam ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang pemberdayaan ekonomi perempuan Depok.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meskipun telah terjadi peningkatan partisipasi UMKM perempuan, Wali Kota mengingatkan agar pemerintah terus memetakan pelaku usaha secara akurat. Pendataan ulang terkait jenis usaha, jumlah peserta pelatihan, izin usaha, dan perkembangan usaha menjadi penting untuk perencanaan strategi pemerintah.
Supian juga meminta agar DKUM pusat memfasilitasi usaha permanen, tidak hanya bergantung pada acara pameran sesekali. Usulan pemanfaatan fasilitas umum seperti fasos/fasum sebagai tempat berjualan UMKM diharapkan dapat menciptakan ruang usaha yang lebih stabil.
Kesimpulan
Gebyar Bazar IWAPI 2025 menjadi momentum penting dalam pemberdayaan UMKM perempuan di Depok. Kunjungan Wali Kota Supian Suri membuka peluang lebih besar bagi sinergi pemerintah, IWAPI, dan pemangku kepentingan untuk menciptakan ekosistem usaha lokal yang lebih inklusif dan kompetitif. Dengan pendataan strategis, sinergi kelembagaan, dan penyediaan ruang usaha permanen, UMKM perempuan dapat terus tumbuh dan membawa dampak positif bagi perekonomian daerah.
Sumber : berita depok