PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Indonesia. Melalui peran aktif dan program strategis yang menyeluruh, WEGE berhasil meraih penghargaan prestisius sebagai The Most Committed BUMN Pembina UMKM 2025 dalam ajang UMKM BUMN Award 2025. Penghargaan ini menjadi bukti konkret bahwa WEGE tidak hanya menjalankan kewajiban sosial, tetapi juga menjadikan pemberdayaan UMKM sebagai bagian integral dari strategi bisnis berkelanjutan.
WEGE dan Komitmennya dalam Membina UMKM
Penghargaan yang diraih WEGE bukan tanpa alasan. WEGE telah membina berbagai UMKM melalui komunitas bernama Wegelapak, yang mencakup pelaku usaha internal dan eksternal. Pendampingan yang diberikan mencakup pelatihan digital marketing & SEO, fasilitasi sertifikasi halal, serta promosi melalui konten digital hingga marketplace online dan offline.
WEGE juga memberikan ruang promosi melalui live shopping, podcast UMKM, hingga kolaborasi strategis dengan komunitas lain. Tak hanya itu, perusahaan juga memfasilitasi pemasaran langsung melalui penyediaan produk hampers, bigbox, dan kebutuhan konsumsi perusahaan lainnya.
Langkah ini memperlihatkan bahwa WEGE benar-benar dukung UMKM naik kelas, bukan sekadar slogan belaka. WEGE telah membuktikan bahwa pembinaan UMKM membutuhkan strategi nyata, ekosistem bisnis yang sehat, serta pengukuran dampak sosial yang terstruktur.
Prestasi Tiga UMKM Binaan WEGE di Ajang UMKM BUMN Award 2025
Ajang UMKM BUMN Award 2025 menjadi panggung keberhasilan bagi tiga UMKM binaan WEGE, yang berhasil meraih penghargaan bergengsi dalam berbagai sektor:
-
CV Ugetcorp
-
Sektor: Blue Economy
-
Penghargaan: Gold Award, Best Performance Manufacture Sector
-
-
PT Permata Natural Skin
-
Sektor: Skincare
-
Penghargaan: Silver Award, Best Performance Manufacture Sector
-
-
Karasa Indonesia (Soutaste)
-
Sektor: Kuliner
-
Penghargaan: Bronze Award, Best Performance Food & Beverage Sector
-
Ketiga UMKM ini lolos seleksi ketat dan presentasi langsung di hadapan dewan juri independen yang terdiri dari akademisi, praktisi, hingga pemangku kepentingan UMKM nasional. Ini menandakan bahwa UMKM binaan WEGE telah memiliki daya saing dan kualitas produk yang teruji.
Strategi Berkelanjutan Melalui ESG dan SROI
Salah satu aspek penting dalam pembinaan UMKM oleh WEGE adalah penerapan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam keseluruhan strategi perusahaan. Program Wegelapak tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi juga dimonitor dan dievaluasi melalui pendekatan Social Return on Investment (SROI). Pada tahun 2024, nilai SROI tercatat sebesar 3,42, yang berarti setiap investasi Rp1 pada program ini menghasilkan dampak sosial sebesar Rp3,42.
Hal ini menunjukkan bahwa WEGE tidak hanya berinvestasi dalam bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan sosial dan pengembangan komunitas. Pendekatan ini mendapat apresiasi dari berbagai tokoh nasional, termasuk Wakil Ketua MPR RI dan akademisi dari Indonesia Shared Value Institute (ISVI).
Apresiasi Nasional dan Dorongan untuk BUMN Lain
Wakil Ketua MPR RI, Dr. Eddy Soeparno, menyampaikan pentingnya keberlanjutan dalam pembangunan ekonomi nasional. Menurutnya, BUMN seperti WEGE mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kepentingan sosial. Komitmen semacam ini patut menjadi contoh bagi BUMN lain dalam membina UMKM agar mampu bersaing secara global.
Thendri, pendiri ISVI, juga menekankan bahwa Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bukan lagi pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian utama dari strategi korporasi yang berdampak jangka panjang bagi masyarakat.
Penutup: Mendorong UMKM Tangguh dan Global
Sebagai anak perusahaan BUMN yang konsisten menerapkan prinsip keberlanjutan, WEGE telah membuktikan bahwa pembinaan UMKM bisa dilakukan secara sistematis dan berdampak luas. Lewat strategi yang terukur, kolaboratif, dan berbasis keberlanjutan, WEGE berhasil mendorong UMKM naik kelas dan bersaing di kancah nasional maupun global.
Ke depan, WEGE akan terus memperluas jangkauan program Wegelapak untuk menciptakan lebih banyak UMKM yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing tinggi.
Sumber: Antara news